Kontrak BulananKatering Harian KaryawanRp 13.000 sampai 18.000 / pax / hariSekali AcaraNasi Box MeetingRp 18.000 sampai 25.000 / boxSnack BoxRp 12.000 sampai 17.000 / boxPrasmanan AcaraRp 35.000 sampai 60.000 / paxTumpeng SyukuranRp 250.000 sampai 450.000 / tumpengHarga dan menuPaket & HargaMenu RotasiKalkulatorBukti & LegalitasLegalitas, Halal, DapurSertifikat, audit dapur, alur produksiKapasitas & Area Layanan1.500 pax per hari, 4 kecamatan, window per shiftGaleriDapur sentral, armada, hasil produksiTestimoni Klien Pabrik18 perusahaan aktif di sabuk industriTentang Dapur TepatSiapa kami dan kenapa namanya TepatPanduan ProcurementChecklist audit vendor, cara hitung budgetLainnyaFAQKontakMasuk Portal Klien

Halal dan higienitas

Membaca Sertifikat Halal Vendor Katering, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak Menutup Apa Apa

11 Mei 2026 · 5 menit baca · Ratna Puspitasari, Manajer Operasional Dapur Sentral

Membaca Sertifikat Halal Vendor Katering, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak Menutup Apa Apa

Hampir semua vendor katering akan mengirimkan foto sertifikat halal saat Anda meminta. Foto itu menjawab pertanyaan yang salah. Pertanyaan yang benar adalah apakah sertifikat itu menutup makanan yang akan sampai ke kantin Anda.

Empat hal yang harus dicek, berurutan

  1. Nomor sertifikat, dan cek di situs resmi BPJPH. Ini lima menit dan menyaring sebagian besar masalah. Sertifikat kedaluwarsa yang difoto rapi terlihat identik dengan yang masih berlaku.
  2. Nama badan hukum di sertifikat, cocokkan dengan nama di penawaran dan di kontrak. Sertifikat atas nama perusahaan lain, misalnya perusahaan induk atau vendor mitra, tidak menutup vendor yang Anda kontrak.
  3. Ruang lingkup produk. Ini yang paling sering dilewati. Sertifikat bisa saja hanya menutup lini kue kering, sementara katering harian tidak masuk di dalamnya.
  4. Tanggal berlaku, dan apakah ada perpanjangan yang sedang diproses. Vendor yang sertifikatnya sedang diperpanjang harus bisa menunjukkan bukti pengajuannya, bukan sekadar mengatakan sedang diurus.

Jebakan subkontrak

Ini titik buta yang paling sering terjadi di katering pabrik. Vendor punya sertifikat halal yang sah untuk dapurnya, lalu snack box dan tumpengnya diambil dari pihak ketiga yang tidak bersertifikat. Sertifikat vendor tetap sah, dan makanan yang sampai ke karyawan Anda tetap tidak tertutup.

Pertanyaannya satu kalimat: apakah ada bagian dari pesanan kami yang diproduksi di luar dapur Anda. Kalau jawabannya berputar, jawabannya iya.

Sertifikat halal itu menutup dapur, bukan vendor. Kalau sebagian pesanan tidak keluar dari dapur itu, sertifikatnya tidak ikut jalan bersama makanannya.

Yang tidak tertulis di sertifikat

Sertifikat halal bukan sertifikat higienitas. Keduanya sering dikira satu paket, padahal terpisah. Untuk katering pabrik Anda juga butuh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga golongan B dari Dinas Kesehatan. Vendor yang halal tapi tidak laik hygiene sanitasi tetap tidak boleh melayani Anda, dan sebaliknya.

Minta keduanya, sekaligus, di email yang sama saat Anda meminta penawaran. Vendor yang siap akan mengirimkannya dalam sehari tanpa bertanya kenapa.

Langkah berikutnya

Pakai checklist ini pada kami lebih dulu.

Minta penawaran, dan kami kirimkan salinan sertifikat, draft kontrak beserta SLA window per shift, dan jadwal audit dapur di jam produksi. Dalam 1 hari kerja, tanpa Anda perlu meminta dua kali.

Chat untuk penawaran cepat